Langsung ke konten utama

Kuliah Pertanyaan

Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu Pertemuan Ke-8
Selasa, 07 November 2017

Assalamualaikum wr.wb
Tidak terasa bahwa perkuliah fisalat ilmu bagi kami mahasiswa PPs Pendidikan UNY kelas C telah memasuki pertemuan ke 8. Hari ini seperti hari selasa yang lalu perkuliahan di laksanakan di ruang dan waktunya. Dan perkuliahan pun juga dimulai dengan tes jawab singkat kembali. Tes jawab singkat kali mengenai “siapakah tokoh filsafatnya?”. Kemudian masih seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya hasil tes jawab kami belum lah memuaskan, nilai kami berkisar 0-8. Pak Marsigit mengatakan tujuan dari tes jawab singkat adalah untuk mengadakan yang mungkin ada menjadi ada, yaitu melalui pertanyaan. Objek yang mungkin ada ini dapat ibaratkan sebagai ilmu baru yang belum kami ketahui. Sehingga dengan adanya pertanyaan itu kami yang awalnya tidak mengetahui tokoh-tokoh filsafat menjadi memiliki pengetahuan tokoh-tokoh filsafat tersebut.
Setelah membahas tes jawab singkat, Pak Marsigit mengomentari tugas refleksi perkuliahan-perkuliahan filsafat dari pertemuan 1 hingga 5 yang telah kami posting di blog kami masing-masing. Beliau mengatakan bahwa refleksi yang kami buat kurang memuaskan. Tulisan-tulisan  yang terdapat dalam refleksi masih terlihat kaku, kurang kreatif dan kurang dinamis. Sehingga sebagian besar masih kurang menarik jika ingin dibagikan dan diperlihatkan di hadapan akademisi lainnya. Komentar mengenai refleksi ini lalu dikaitkan dengan banyaknya mahasiswa yang masih terkena mitos. Kata ‘mitos’ pastinya sudah sering digunakan di dalam perkuliahan-perkuliahan sebelumnya dan sudah hilir-mudik menghinggapi tes jawab singkat. Mitos dalam membuat refleksi misalnya, adalah pada saat ditemukannya awalan serupa “Terima kasih Bapak atas tulisan dan ilmu yang bermanfaat..” di hampir setiap refleksi mahasiswa. Hal yang seperti itu, walaupun tidak 100% adalah salah satu ciri-ciri terperangkap dalam mitos.
Mitos terjadi ketika seorang manusia itu berhenti berpikir. Berhenti menggunakan kemampuan yang telah di anugerahkan Tuhan kepadanya. Jika seorang manusia sudah terkena mitos maka itu berrati ia sudah terperangkap dalam ruang dan waktu sehingga akan menjadikannya orang yang sombong, terbelakang, kehilangan hati nurani, sopan santun, dan sebagainya. Mitos adalah musuh bagi Logos, maka mitos dan logos ini dapat ibaratkan sebagai neraka dan surga. Mitos yang terlihat dari ciri-cirinya maka ia adalah perbuatan yang buruk maka ia adalah neraka, sedangkan logos adalah sebagai kebaikan diibaratkan sebagai surga.
Pak Marsigit kemudian memberikan contoh sederhana dari mitos dan logos, yaitu saat kita memulai suatu pekerjaan dengan doa. Doa memiliki banyak manfaat. Doa adalah sarana kita untuk meminta ridha atau restu Allah SWT untuk melakukan segala perkara. Sehingga jika kita memulai perkejaan dengan diawali dengan doa akan memberikan makan yang berbeda dengan ketika kita memulai pekerjaan dengan tanpa berdoa. Kegiatan berdoa sebelum memulai pekerjaan adalah contoh sederhana dari termasuk logos, maka mitos adalah ketika kita memulai pekerjaan tanpa berdoa. Filsafat itu memang sesederhana itu, implikasinya ya seperti itu. Jadi untuk menghindari mitos, kita harus menjauhkan diri dari hal-hal yang seperti disebutkan di atas.
Sehingga dari uraian tadi terlihat bahwa mitos adalah suatu keburukan, yang terjadi karena manusia sudah termakan oleh godaan syaitan. Oleh karena itu sebenar-benar manusia di dunia haruslah menghindari mitos. Mitos dapat kita hindari dengan cara berhati ikhlas, bertawakal kepadaNya serta berpikir kritis.
Perkuliahan hari ini pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pak Marsigit meminta kami untukk menyiapkan sebuah pertanyaan dan menuliskannya di sebuah kertas. Kemudia pertanyaan tersebut akan kami bacakan dan akan ditanggapi oleh Bapak. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mahasiswa tanyakan pada perkuliahan hari itu beserta tanggapan Pak Marsigit terhadap pernytaan tersebut.
Pertanyaan pertama mahasiswa adalah mengenai “Bagaimana komentar Bapak terhadap pengusiran Ustad Felix Siauw yang dijadwalkan akan memberikan ceramah di Bangil, Pasuruan?” Menurut sumber berita online, kedatangan Ustad Felix Siauw ditentang oleh barisan NU Kota Bangil karena Ustad Felix dinilai sebagai pemecah belah bangsa melalui sikapnya yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Dalam isi pidato maupun ceramahnya, ia kerap menyinggung penerapan khilafah dan merubah dasar negara Pancasila.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Pak Marsigit mengatakan bahwa umat diciptakan bermacam-macam golongan, begitu juga dengan Agama Islam. Kita tahu bahwa terdapat banyak sekali golongan dan ajaran Islam yang berkembang, jumlahnya sudah 70 lebih hingga saat ini. Sangat mudah membuat aliran-aliran, diawali dengan berkumpulan lalu membuat ciri khas sendiri dan berbeda dari yang lainnya maka jadilah suatu aliran baru. Mulai dari ciri khas yang masih bisa ditoleransi hingga ciri khas yang sudah sangat jauh dari ajaran Al-Quran, semua aliran memiliki alasan dan panutan masing-masing sehingga perkembangan aliran tidak dapat diawasi lagi satu-persatu. Hanya saja dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari, terkadang setiap aliran memiliki ego dan syariat masing-masing yang membuat aliran saling bertentangan.
Menanggapi kasus Ustad Felix, mungkin ada kepercayaan dalam ajaran yang dipercayai Ustad Felix mungkin tidak sejalan dengan  apa yang dipercayai barisan NU di Bangil sehingga terjadi penolakan. Intinya adalah kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dikembangkan oleh media. Kita harus memiliki dasar yang kuat untuk menentukan apakah suatu berita itu pantas dijadikan kajian atau hanya sekedar mencari sensasi. Bukan Islam yang ditentang, namun hanya perselisihan antar golongan. Dalam berfilsafat kita belajar menjadi ‘kenyal’ dan ‘cair’ dalam menanggapi suatu isu. Karena filsafat adalah olah pikir, maka pikiran kita jangan sampai sangat mudah dipecah-belah.
Pertanyaan kedua mahasiswa adalah mengenai tokoh filsafat dari kosong.
Pak Marsigit mengaakan bahwa untuk mempelajari tokoh filsafat kita harus membaca banyak literatur mengenai sejarah, perkembangan, dan segala aspek mengenai hal terkait, jika hanya mengetahui nama dan alirannya saja kita tidak akan tau mengapa Soppenomer dapat menjadi tokoh dari kosong. Karena menokohkan seseorang itu sangat penting sehingga sebelum menokohkan seseorang kita harus tau dunianya, misalnya ingin mencari tokoh tempe, maka kita perlu mengeluti dunia tempe, mencari bermacam-macam tempe sejarah, dan para tokoh-tokohnya.
Berbicara mengenai tokoh-tokoh dalam filsafat, seorang filsuf juga dapat menjadi tokoh untuk lebih dari satu aspek kajian Sehingga pada satu pemikiran/aliran pun kita bisa memilih tokoh siapa saja, asalkan ia menggeluti aliran tersebut. Namun yang paling tepat ketika dalam memberikan tokoh untuk suatu aliran sejatinya hanya berdasarkan siapa yang duluan mencetuskan atau siapa yang mempopulerkannya. Misalnya, Soekarno adalah salah satu tokoh sejarah yang kita hormati karena penghormatan beliau setinggi-tingginya pada sejarah bangsa. Tokoh lainnya adalah Georg Wilhelm Friedrich Hegel dengan alirannya hegenialism. Hegel adalah jembatan antara filsafat dan politik. Komunis berlawanan dengan kapital. Komunis mencari kebenaran di dalam materi, yaitu dengan teori sesuatu dapat berubah jika diberi perlakuan. Perlakuan tersebut melahirkan sebuah revolusi yang digunakan oleh kaum komunis untuk melawan kapitalis. Komunis menggunakan dasar “Rebutlah kekuasaan dengan cara apapun” sehingga paham komunis berarti menyingkirkan semua yang tidak sepaham. Revolusi inilah yang menjadi cikal bakal terjadinya G30S/PKI.
Lingkaran paling tinggi dalam kehidupan adalah spiritual. Jika tidak mampu mencapai spiritual, lingkaran di dalam spiritual adalah kosmos, yang dikenal dengan aliran filsafat cosmicism yang tidak mempercayai godaan setan dan cenderung lebih mempercayai godaan alien. Hal ini terjadi karena pengikut paham cosmicism tidak mampu mencapai level spiritual. Stephen Hawking yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan telah membuat peringatan bahwa sebentar lagi manusia akan diserang alien. Dalam konsep spiritual, alien dan makhluk asing lainnya tergolong dalam setan. Kehidupan orang yang tidak mempercayai Tuhan hanya berputar pada materialisme, dan setinggi-tingginya hanya mencapai cosmicism. Kaum tersebut percaya bahwa asal muasal manusia adalah dari alien dan makhluk luar angkasa lainnya, maka mereka memeprcayai bahwa manusia berasal dari sana dan akan kembali ke sana yaitu daerah kosmos. Pada ilmuwan Uni Soviet berhasil menciptakan Sputnik karena berdasar pada pemikirannya mengenai cosmicism. Segala aliran dan kepercayaan yang tidak mengakui keberadaan Tuhan hanya akan memiliki pencapaian tertinggi dalam level duniawi. Segala sesuatu yang mereka kembangkan adalah untuk membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Salah satu contohnya adalah teori yang menggambarkan bagaimana asal mula terciptanya alam semesta yaitu dengan cara menembakkan dua atom besar berjauhan dengan kecepatan sangat tinggi hingga membuat terowongan bawah tanah dengan biaya sekian triliun dolar di Eropa yang akhirnya menunjukkan mereka tidak percaya penciptaan Tuhan.
Pertanyaan ketiga mahasisiwa adalah “Bagaimana penerapan Kurikulum 2013 ditinjau dari segi filsafat?”
Pak Marsigit mengatakan bahwa penerapan metode saintifik dalam pembelajaran matematika dirasakan kurang tepat, karena saintifik belum mampu merangkum semua karakter dan semua keadaan yang sebenarnya terjadi. Misalnya, dalam materi logika matematika terdapat “jika A maka B” maka di manakah letak menanya, mengamati, atau mencobanya? Contoh ekstrim nya pada pelajaran mengenai pernikahan, penerapan saintifik berarti mengamati, bertanya, lalu apakah juga mencoba dan mengomunikasikan? Kurikulum 2013 ternyata berpotensi untuk merusak beberapa aspek generasi dilihat dari kacamata filsafat.
Demikianlah yang saya refleksikan dari perkuliahan filsafat hari ini. Secara garis besar perkuliahan hari ini diawali dengan tes jawab singkat, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya. Namun melalui perkuliahan yang seperti ini ternyata lebih banyak ilmu yang kita dapatkan. Jika dari 20 mahasiswa semua mahasiswanya mengajukan masing-masing 1 pertnyaan maka ada 20 pengetahuan baru yang kita peroleh. Maka dari perkuliahan hari ini kita menjadi memahami bahwa betapa bermanfaat pertanyaan dalam proses memperoleh ilmu. Sehingga jika kita ingin memperoleh ilmu, maka mulailah dari bertanya. Karena dari jawabannya akan muncullah pengetahuan-pengetahuan baru. Sekali lagi saya ucapkan sekian, terima kasih, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalamualaikum, wr.wb 

Komentar