Langsung ke konten utama

Istilah Filsafatnya Apa?

Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu Pertemuan Ke-3

Selasa, 03 Oktober 2017


Assalamualaikum wr.wb

Setelah merefleksikan pertemuan pertama dan kedua, maka kali ini saya akan merefleksikan perkuliahan filsafat ilmu pada pertemuan ketiga. Perkuliahan filsafat ilmu pertemuan ketiga ini terjadi pada hari  Selasa 03 Oktober 2017 dan dilaksanakan di ruang 01.13 yang terletak di lantai 5 Gedung Pascasarjana Baru. Metode perkuliahan pada pertemuan kali ini sama dengan metode perkuliahan pada pertemuan kedua. Perkuliahan diawali dengan berdoa dan kemudian tes jawab singkat. Tes jawab singkat kali ini berkaitan dengan mencari istilah-istilah filsafatnya dari ungkapan-ungkapan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil jawaban tes jawab singkat, saya mengetahui beberapa istilah-istilah filsafat.
Pertama, Fondasionalism/Landasan. Pikiran manusia terbagi menjadi dua macam yaitu pikiran yang berlandaskan dan yang tidak berlandaskan. Pikiran yang tidak berlandaskan itu seperti perahu di atas samudra tidak tahu arahnya mau kemana dan dari mana, sehingga pikiran kita itu haruslah yang berlandaskan. Pertanyaan-pertanyaan yang kita sampaikan atau yang kita dapatkan merupakan landasan untuk memperoleh ilmu. Ilmu tidak akan dapat kita peroleh jika tidak ada pertanyaan. Sehingga ungkapan-ungkapan yang berupa pertanyaan maka itu akan masuk dalam Fondasionalism
Kedua, Utilialism/Manfaat. Dalam filsafat juga ada asas manfaatnya yaitu yang disebut aksiologi. Sehingga ungkapan-ungkapan yang menanyakan manfaat maka itu masuk dalam Utilialism. Ketiga, Disharmoni. Segala macam ungkapan yang berkaitan dengan sakit dan perasaan seperti marah itu masuk ke dalam Disharmoni.
Keempat, Determinis. Deteminis adalah kuasa menjatuhkan sifat, sehingga ungkapan-ungkapan yang bersifat menjatuhkan sifat seperti melihat, mendegar, memberi label, stigma, berbohong dan lain lain masuk ke dalam istilah filsafat ini. Kelima, Teleologi. Yang masuk ke dalam istilah ini adalah segala macam ungkapan yang berkaitan dengan prakiraan dan ramalan terhadap suatu kejadian yang akan terjadi, misalnya saja prakiraan cuaca.
Keenam, Anarki. Ungkapan-ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan yang berkaitan dengan perlakuaan seseorang yang tidak baik, tidak sesuai dengan profesinya, misalnya sifat ketus resepsionis hotel yang enggan menjawab pertanyaan dari tamu-tamu hotelnya. Ketujuh, Sensitif. Ungkapan-ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang menunjukkan perasaan sentitif/tidak enak.
Kedelapan, Nihilism. Ungkapan-ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan ketiadaan. Kesembilan, Skeptisism. Ungkapan-ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang menunjukkan keragu-raguan atau ketidakyakinan misalnya ungkapan “mungkin. . .”
Kesepuluh, Rasionalism. Ungkapan-ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan pikir. Kesebelas, Fiksionalism. Karena Fiksionalism merupakan pengandaian maka ungkapan yang termasuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang bersifat mengandaikan.
Keduabelas, Absolutism/Kewajiban, sehingga yang termasuk dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan hal-hal wajib. Ketigabelas, Idealism. Karena ideal merupakan anggapan bahwa segala hal itu baik, baik itu baik begini atau baik begitu maka ungkapan-ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan anggapan.
Keempatbelas, Perfectionism, yang memiliki arti terbaik, sehingga ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan keterbaikan. Kelimabelas, Reduksionism/Abstraksi. Reduksionism ini berdasarkan pada prinsip fenomenologi. Salah satu contohnya adalah fokus. Fokus itu berarti memikirkan 1 hal dan mengabaikan hal-hal lain atau dengan kata lain memilih hal-hal yang penting dan hal-hal yang tidak penting.
Keenambelas, Fatalism. Ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan sikap fatal atau sikap pasrah/terserah takdir. Ketujuhbelas, Mitos. Mitos merupakan musuh dari filsafat karena mitos berarti berhenti berpkir, salah satu contohnya adalah kerja!kerja!kerja.
Kedelapanbelas, Simbiolism. Ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang menggunakan simbol atau gerakan tubuh. Dan istilah yang terakhir yaitu istilah Kesembilanbelas, Hermeneutik. Ungkapan yang masuk ke dalam istilah ini adalah ungkapan-ungkapan yang berkaitan putar kembali/dicek kembali.
Selain tes jawab singkat, kuliah ini juga dengan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa dan salah satu pertanyaan yang diajukan dan dibahas adalah pertanyaan dari saudari Yusrina yaitu Apakah setiap benda mempunyai filosifi?. Dan jawabannya adalah bahwa semua benda itu memiliki filosofi, dan itu semua akan kembali pada diri kita masing-masing apakah kita mampu menggali semua filosofi-filosofinya. Oleh karena itu sebenar-benarnya orang yang dapat berfilsafat adalah orang-orang yang mampu menjelaskan filsafat itu semudah-mudahnya.
Inilah yang dapat saya refleksikan dari pertemuan ketiga perkuliahan filsafat ilmu, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, sekian dan terima kasih.


Wassalamualaikum, wr.wb.

Komentar