Langsung ke konten utama

Sudah Tau Kah Kau Siapa Sebenarnya Dirimu???

Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu Pertemuan Ke-2

Selasa, 26 September 2017


Assalamualaikum wr.wb
Ini adalah refleksi kedua dari perkuliahan filsafat ilmu PPs PMat C UNY. Perkuliahan filsafat hari ini Selasa 26 September 2017 dilaksanakan di ruang 01.13 yang terletak di lantai 5 Gedung Pascasarjana Baru. Perkuliahan hari ini terasa spesial karena diawali dengan kejadian hilangnya daftar hadir kelas. Bapak Marsigit mengatakan bahwa daftar hadir itu penting karena jika tidak ada daftar hadir maka itu berarti kuliah hari ini tidak sah atau diakui, oleh karena itu perkuliahan hari ini berbeda dari hari biasanya karena perkuliahan baru dimulai pukul 08.10 s.d 09.30 karena harus menunggu daftar hadir kelas terlebih dahulu. Selain kejadian itu, perkuliahan hari ini juga terasa spesial dan baru bagi saya karena hari ini Pak Marsigit memberikan tes jawab singkat. Hal ini tidak pernah saya dapatkan pada kuliah S1. Tes jawab singkat hari ini terdiri dari 25 pertanyaan mengenai diri, sebagai berikut:
1)             Anda itu apa?
Jawaban Pak Marsigit: Karena berbicara tentang filsafat, filsafat itu terdiri dari ontology, epistimologi dan aksiologi, dan yang mendasari filsafat itu adalah ontology maka anda itu adalah hakikat. Filsafat itu untuk diri sendiri, mengendap dan tersembunyi dalam diri namun saat keluar menjadi bijaksana. Karena filsafat itu untuk diri sendiri maka merupakan hal yang salah/aliran sesat jika filsafat diajarkan kepada anak SD, SMP dan SMA, karena mereka tidak akan mengerti.
2)             Anda siapa?
Jawaban Pak Marsigit: Anda itu potensi. Semua ciptaan Tuhan itu adalah potensi bahkan batu pun adalah sebuah potensi, memiliki potensi untuk menjadi besar atau kecil. Potensi itu bisa dalam bentuk apa saja asalkan terjadi perubahan. Potensi itu dapat berupa potensi menjadi sakit, tua, mati, dan lain-lain.
3)             Anda dari mana?
Jawaban Pak Marsigit: Potensi terdiri dari 2 hal yaitu terpilih dan memilih. Anda dari mana maka jawabannya terpilih. Contohnya batu yang ada di gunung merapi, dia berada disana karena dia terpilih untuk berada disana.
4)             Anda mau kemana?
Jawaban Pak Marsigit: Memilih, karena hidup adalah pilihan, pilihan yang berdasarkan takdir dan kodratnya masing-masing dan memilih adalah produknya.
5)             Anda mengapa?
Jawaban Pak Marsigit: Karena filsafat adalah olah pikir, maka jawabannya adalah berpikir.
6)             Anda ngapain disini?
Jawaban Pak Marsigit: Anda sedang bertanya. Awal dari setiap ilmu adalah bertanya, ilmu tidak akan diperoleh jika tidak ada pertanyaan, seperti halnya tes jawab singkat ini yang diberikan sehingga anda berpikir. Jika tidak bertanya maka anda tidak paham bahwa anda sedang tidak paham.
7)             Siapa nama anda?
Jawaban Pak Marsigit: Nama itu dunia/ikonik. Setiap yang ada adalah dunia dan namamu sendiri itu berarti adalah duniamu.
8)             Siapa ayah anda?
Jawaban Pak Marsigit: Ayahmu adalah jiwa. Karena filsafat dekat dengan psikologi maka ayahmu adalah jiwa. Jika anda hanya menyebut namanya saja itu berarti anda hanya berorientasi pada penampilan fisik saja dan hal itu tidak bermakna. Contohnya, Ayahnya maling adalah maling, ayahnya pedagang adalah pedagang, maka ayah anda dalam filsafat adalah jiwa.
9)             Siapa ibu anda?
Jawaban Pak Marsigit: Ibumu juga adalah jiwa, maka itu berarti anda adalah anak hasil pertemuan atau interaksi antara dua jiwa.
10)         Siapa Pak Marsigit?
Jawaban Pak Marsigit: Pikirannya. Karena ini adalah filsafat maka yang harus anda pandang adalah pikirannya bukan penampilannya.
11)         Apa cita-citamu?
Jawaban Pak Marsigit: Setinggi-tingginya cita-cita orang filsafat adalah hanya menjadi saksi.
12)         Siapa di belakangmu?
Jawaban Pak Marsigit: Yang ada di belakang adalah Efoke.Ini berdasarkan fenomenologi, kamu melihat saya dan saya sedang melihat kamu. Oleh karena itu agar fokus pada topik yang dibicarakan maka segala macam yang tidak ada hubungannya harus disingkirkan atau disimpan dalam efoke atau tidak perlu dipikirkan. Contohnya ketika saya bertanya 12x4 maka yang saya harapkan dari anda adalah 12x4=48 bukan bagaimana penampilan fisik, asal anda dan sebagainya. Contoh lainnya ketika kita mengahap keutara maka yang selatan tidak perlu dipikirkan, jika dipikirkan maka hanya akan membuat pusing dan stress.
13)         Siapa di depanmu?
Jawaban Pak Marsigit: Yang ada di depan adalah Fenomena. Semua yang dimasukkan dan disimpan dalam efoke adalah fenomena. Setiap hari kita menemui bermilyar-milyar fenomena, oleh karena itu fenomena tersebut harus ada yang disaring dan disimpan dalam efoke. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fenomena merupakan sesuatu yang mampu kita pikirkan
14)         Siapa di atasmu?
Jawaban Pak Marsigit: Yang ada di atas adalah nomena. Nomena adalah sesuatu yang tidak mampu kita pikirkan atau hanya dapat kita pikirkan secara terbatas, misalnya jiwa, ikhlas, dan spiritual. Spiritual ada dalam filsafat, maka filsafat itu berarti seberapa jauh kita dapat memikirkan spiritual.
15)         Siapa di bawahmu?
Jawaban Pak Marsigit: Yang ada di bawah adalah baying-bayang. Apapun yang kita pikiran adalah bayang-bayang dari prinsip-prinsip yang ada di atas yaitu nomena, Tuhan, dan kesepakatan manusia. Contohnya, Perkuliahan hari ini adalah bayang-bayang dari daftar hadir jika tidak ada dfatar hari maka kuliah hari ini tidak akan sah.
16)         Siapa di kirimu?
Jawaban Pak Marsigit: Kita adalah potensi maka yang ada di kirimu adalah potensi kiri. Seperti halnya dalam spiritual bahwa yang kiri itu biasanya hal yang kurang baik maka potensi kiri biasanya merupakan potensi-potensi yang kurang baik
17)         Siapa di kananmu?
Jawaban Pak Marsigit: Karena yang ada di kirimu adalah potensi kiri maka yang ada di kananmu adalah potensi kanan. Seperti halnya dalam spiritual bahwa yang kanan itu biasanya hal yang baik maka potensi kanan biasanya merupakan potensi-potensi yang baik.
18)         Siapa teman mu?
Jawaban Pak Marsigit: Karena filsafat adalah olah piker, maka teman kita dalam filsafat adalah pikiran
19)         Siapa kekasihmu?
Jawaban Pak Marsigit: Kekasihmu adalah milikmu. Segala yang kita miliki adalah kekasih kita.
20)         Apa pekerjaanmu?
Jawaban Pak Marsigit: Pekerjaanmu adalah mengadakan. Mengadakan perubahan dari yang tidak ada menjadi ada. Contohnya, hasil nilai tes jawab cepat ini, yang membuat nilai tes jawab cepat ini 0 adalah diri anda sendiri.  
21)         Apa karyamu?
Jawaban Pak Marsigit: Karyamu adalah perubahan yang telah kamu adakan atau lakukan.
22)         Apa makananmu?
Jawaban Pak Marsigit: Makanan orang filsafat adalah bacaan.
23)         Apa bacaanmu?
Jawaban Pak Marsigit: Bacaan orang filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada.
24)         Apa mimpimu?
Jawaban Pak Marsigit: Mimpimu adalah keberadaanmu, karena mimpimu menunjukkan keberadaanmu. Contohnya, Jika kita bisa mengaku bermimpi maka itu berarti kamu ada.
25)         Kamu itu di mana?
Jawaban Pak Marsigit: Kamu sedang berada diperbatasan. Kita berada diperbatasan antara yang kita pahami dan tidak kita pahami. Supaya kita dapat memperoleh ilmu maka kita harus melewati perbatasan tersebut. Sebagai contohnya, orang dapat menjadi sukses karena dia berhasil melampau perbatasan tersebut.

25 pertanyaan tersebut terdengar sederhana dan saya kira saya mampu menjawabnya dengan dengan benar, namun apa yang terjadi saya mendapatkan nilai 0. Hal ini berarti saya belum mengenal siapakah diri saya sebenarnya secara filasat. Lebih Lanjut Pak Marsigit mengatakan nilai 0 yang diperoleh itu menandakan bahwa jarak antara saya dengan bapak masih 100. Oleh karena itu kami harus dengan rendah hati introspeksi diri, mengerti bahwa kami belum paham. Dan bapak juga mengatakan bahwa merupakan hal yang salah jika ketika awal belajar filsafat kami sudah memikirkan nilai karena filsafat itu mencari idealitas dan konsep-konsep, oleh karena itu kami harus lebih rajin “baca dan baca”. Inilah yang dapat saya refleksikan dari perkuliah filsafat ilmu hari Selasa 26 September 2017, maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dan terima kasih.

Wassalamualaikum wr.wb

Komentar