Langsung ke konten utama

Hari Pertamaku Bertemu Dengannya…





Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu Pertemuan Ke-1
Selasa, 05 September 2017

  
Assalamualaikum wr.wb
Minggu ini merupakan minggu pertama perkuliahan S2 Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta saya dimulai, dan semoga saya dapat mejalani seluruh perkuliahan S2 dengan baik dan dapat meyelesaikan pendidikan ini dengan hasil yang memuaskan. Pada semester saya akan menempuh 6 mata kuliah dengan jumlah total 12 SKS, dan salah satu mata kuliah yang diambil adalah Filsafat Ilmu. Hari ini Selasa, 05 September 2017 merupakan pertemuan pertama saya dengan filsafat Ilmu. Saya bertanya-tanya dalam hati “apa sih filsafat ilmu?” “Siapa dosennya?” “Bagaimana cara belajarnya?” karena pada jenjang S1 saya belum menemui mata kuliah ini dan hanya sering menemukan kata-kata filsafat tanpa sebelumnya tau apa itu arti dari filsafat. 
Kuliah Filsafat Ilmu ini memiliki dosen pengampu yaitu Prof. Dr. Marsigit, MA. Pada hari ini kuliah diawali dengan perkenalan diri baik itu dari setiap mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan Matematika Kelas C angakatan 2017 dan dari Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA. Setelah perkenalan, Bapak menginformasikan dan menjelaskan silabus dan metode perkuliahan yang akan kami tempuh selama satu semester ini. Silabus mata kuliah filsafat ilmu ini dapat diunduh dari http://uny.academia.edu/MarsigitHrd , dan metode perkuliahan yang akan kami tempuh adalah selain tatap muka juga ada membaca elegi-elegi yang berhubungan dengan filsafat yang ada pada blog http://powermathematics.blogspot.com dan kemudian memberikan komen elegi-elegi tersebut.
Hal ini perlu kami lakukan karena paradigm dari perkuliahan Filsafat Ilmu adalah membangun atau menemukan. Banyak hal yang dapat dibangun, namun yang paling bermakna adalah membangun diri sendiri yaitu oleh dan untuk dirinya sendiri, sehingga perkuliahan bukan dalam konteks memberi melainkan memfasilitasi kami agar mampu membangun/menemukan filsafat. Membangun ini sesuai dengan visi UNY yaitu unggul, kreatif, inovasi, bernurani, mandiri dan cendekia sehingga pengetahuan dan ilmu yang akan ditemukan dan dibangun semuanya tergantung pada setiap diri mahasiswa itu sendiri.
Selain itu, ilmu juga diawali dengan bertanya. “Jika tidak pertanyaan, maka tidak ada ilmu” Sehingga dalam perkuliahan filsafat ilmu juga kami perlu membuat pertanyaan-pertanyaan dan juga akan ada tes-tes. Karena yang memiliki urutan paling tinggi adalah spiritual (seperti yang terteras bagan dibawah ini)
turan Forma
Atran Formal

maka perkuliahan filsafat akan dikaitkan dengan spiritual. Setiap kegiatan yang akan kita lakukan tidak akan bermakna atau berjalan tanpa ada rintangan/hambatan jika kita berserah, berikhtiar dan ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Filsafat merupakan olah piker, olah pikir pada benda yang ada dan yang mungkin ada. Semua benda yang ada didunia ini mempunyai sifat hewan, sifat tumbuhan bahkan sifat manusia dan untuk memahami itu semua diperlukan filsafat. Sebagai contohnya ada ungkapan “Ada dua batu yang saling berkejar-kejaran” Ungkapan ini tidak akan bisa kita mengerti jika kita memiliki pemikiran yang cukup, padahal ungkapan tersebut dapat dimengerti melalui teknologi dan pikiran. Yang sesungguhnya terjadi sehingga muncul ungkapan tersebut adalah Ada sepasang remaja yang sedang berkejar-kejaran di taman, kedua remaja tersebut memakai cincin dan cahaya di taman tersebut diredupkan sehingga yang terlihat hanyalah cahaya dari cincin mereka, dan itu akhirnya membuat bagaikan hanya ada dua batu yang saling berkejar-kejaran.” Oleh karena itu agar kami mampu berolah pikir maka kami perlu baca, baca dan baca. Inilah yang dapat saya refleksikan dari pertemuan pertama kuliah Filsafat Ilmu PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2017 Universitas Negeri Yogyakarta. Maaf jika ada salah-salah kata dan ada kata-kata yang kurang berkenan. Sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum, wr.wb


Komentar